Beragam Karya & Kajian Isu dalam “Refleksi Ketatanegaraan 2017” PSHK FH UII

Posted Rabu Desember 20, 2017 by Humas PSHK

Selama 2 (dua) hari berturut-turut, Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) Fakultas Hukum UII menggelar kegiatan bertajuk “Refleksi Ketatanegaraan Tahun 2017”. Adapun kegiatan yang dilaksanakan sejak 18-19 Desember 2017 tersebut diawali dengan launching buletin “PSHK Post” dan publikasi ilmiah hasil karya PSHK pada kurun waktu tahun 2017.

Sejumlah hasil karya yang dipublikasikan pada hari pertama seperti, hasil pendampingan pembentukan Raperdes BUMDes yang merupakan “Program Pengabdian kepada Masyarakat” di Desa Donotirto (Kretek, Bantul), hasil penelitian ilmiah yang berjudul “Analisis Pertimbangan Partai Politik dalam Penentuan Bakal Calon Legislatif di Kota Yogyakarta”, dan dokumen “Naskah Akademik beserta Draft Raperda tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah” yang merupakan hasil pendampingan pembentukan Raperda oleh PSHK terhadap DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada hari kedua, 19 Desember 2017 diskusi publik bertajuk “Potret dan Resolusi Ketatanegaraan Indonesia” turut mengiringi peran PSHK dalam mengawal perjalanan ketatanegaraan di Indonesia. Sejumlah persoalan dan upaya resolusi ketatanegaraan dibahas dalam kegiatan tersebut, seperti Penataan Demokrasi di Daerah yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Ni’matul Huda,SH.,M.Hum., Problematika Pemenuhan Hak Konstitusional oleh Ali Rido,SH,MH, Institusionalisasi Penegakan Hukum Korupsi oleh Ari Wibowo,SH,MH, dan Catatan Refleksi Ketatanegaraan 2017 oleh Anang Zubaidy selaku Direktur PSHK FH UII.

Dekan Fakultas Hukum UII, Dr. Aunur Rohim Faqih,SH,M.Hum yang turut hadir di hari pertama tampak memberikan apresiasi atas diselenggarakan acara ini, “Pusat-pusat Studi di Lingkungan FH UII harus menciptakan inovasi untuk mengembangkan kemanfaatan pusat studi, atau setidaknya mengikuti jejak PSHK FH UII untuk mempublikasikan tulisan, ide, gagasan, dan karya ilmiah lainnya melalui beragam cara. “Untuk awal-awal, tidak harus jurnal terlebih berlabel terakreditasi, itu soal nanti kalau sudah rutin dan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh Kemenristekdikti. Setidaknya untuk media yang sifatnya elektronik dapat dikatakan lebih mudah mendunia dibandingkan media cetak,” ungkap Dekan FH UII.

Disampaikan oleh Direktur PSHK Anang Zubaidy, SH., MH., bahwa kegiatan refleksi ketatanegaraan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh PSHK. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membaca perjalanan ketatanegaraan selama setahun dan memberikan catatan (baik positif maupun negatif) untuk selanjutnya memberikan rekomendasi (resolusi) bagi perbaikan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *